Posted by : Unknown Monday, June 17, 2013

demo buruh Jakarta, EnergiToday -- Rencananya Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi penolakan terhadap rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, pihaknya mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran pada pertengahan Juni mendatang, untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Said menegaskan, kenaikan harga BBM bersubsidi dengan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menjadi bentuk pembodohan masyarakat. Kebijakan tersebut dinilainya tidak pro rakyat serta butuh.

Dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter, akan membuat daya beli masyarakat menjadi turun sekitar 30%, sehingga kenaikan upah minimum (UMP) sebesar Rp 500.000 sampai Rp 700.000 tidak akan begitu bermanfaat, ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, pemberian BLSM juga tidak akan menaikkan daya beli, sebab dengan bantuan sebesar Rp 150.000 per bulan per keluarga, maka stiap keluarga dengan 4 oorang anggota hanya mendapatkan bantuan Rp 1.250 per orang per harinya.

Sedangkan dengan kenaikan BBM subsidi Rp 2.000 per liter akan menyebabkan naiknya harga sembako, transportasi, dan sewa rumah yang mencapai Rp 400.000 per keluarga. Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Imbas kenaikan BBM juga akan selamanya dirasakan rakyat miskin dan buruh, tuturnya. (KTN)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Arsip Blog

Blogger templates

Labels

- Copyright © Education School Indonesia ( E.S.I ) -UNGGAH.FILE.INDONESIA- Powered by Blogger - Designed by Aditya -