Showing posts with label RENUNGAN. Show all posts

Teori Big Bang (Hubble Baiquni) versus Teori Partikel Berproses (Behram Nazwar Syamsu)

Di dalam teori penciptaan alam semesta, setidaknya kita mengenal 2 teori yang populer, yakni teori Big Bang dan teori partikel yang berproses.

Teori Big Bang yang saat ini telah menjadi mainstream, pertama kali diperkenalkan oleh  Edwin Hubble. Teori ini juga mendapat dukungan dari Fisikawan terkemuka dunia Albert Einstain (1879-1955).
Teori Big Bang menyatakan alam semesta ini, bermula dari satu ledakan besar atom raksasa, yang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.
Dan teori ini mendapat dukungan ilmuan muslim Prof Baiquni, yang menurutnya, Teori Big Bang sangat sesuai dengan berita yang terdapat di dalam ayat-ayat Al Qur’an.
bigbang
Proses Pembentukan Alam Semesta, menurut Baiquni
Berikut tathbiq (meminjam istilah M Quraish Shihab), Prof. Achmad Baiquni terhadap ayat-ayat yang terkait dengan penciptaan alam semesta:
1. Pada saat penciptaan (sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu), langit (ruang waktu) dan bumi (ruang materi), yang semula padu (dalam titik singularitas fisis), dipisahkan (ketika keluar dari padanya)
# Q.S : Al-Anbiyaa’ (21) ayat 30 : “Dan tidaklah orang-orang kafir itu melihat bahwa sama’ (ruang-waktu) dan ardh (ruang-materi) itu dahulu sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya.”
2. Dalam pembangunan langit (ketika ruang waktu keluar dengan ledakan yang dahsyat dari titik singularitas) dilibatkan kekuatan yang tiada taranya (sehingga terjadi gejala inflasi), yang kemudian diekspansikan (sebagaimana ia tampak kini sebagai sebagai universum yang mengembang)
# Q.S. Adz-Dzariyaat (51) ayat 47 : “Dan sama’ (ruang-waktu) itu Kami bangun dengan kekuatan dan sesungguhnya Kami-lah yang meluaskannya.“
3. Pada pendinginan yang sangat cepat (sebagai akibat inflasi tercapai keadaan “kelewat dingin”) dan terjadi transisi fase, yang menyebabkan materialisasi energi secara berangsur, (bersamaan dengan terciptanya alam-alam lain di samping kita): materi yang muncul sebagai fase kedua sedangkan energi adalah fase pertamanya
# Q.S. Fushshilat (41) ayat 9, “ Katakanlah patutkah kalian kufur kepada yang telah menciptakan ardh (ruang-materi) dalam dua yaum (fase) dan kalian mempersekutukan-Nya; padahal Dia Tuhan semesta alam.”
semesta15
4. Dengan adanya energi materi dalam ruang alam, maka dimunculkanlah spin partikel sub nuklir, elektron, foton, dan lainnyasebagai gerak pusaran serta ditetapkannya satu muatan-muatan yang merupakan sumber kekuatan atau gaya (gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah, dan listrik magnet) dalam empat tahapan
# Q.S. Fushshilat (41) ayat 10 “Dan atasnya Dia ciptakan rawasiy dan memberkahinya serta menentukan aqwatnya dalam empat yaum sebagai jawaban bagi yang bertanya.”
5. Sementara itu, ketika langit (ruang alam) penuh “embunan” (sebagai akibat dari inflasi, sehingga energi berubah menjadi materi). Allah mengundangkan segala peraturan yang ditaati ruang dan materi (sebagai hukum alam yang mengendalikan sifat dan kelakuan jagad raya)
# Q.S. Fushshilat (41) ayat 11 : ” Dalam pada itu Dia mengarah pada penciptaan langit (ruang-alam) dan ia penuh “embunan (dukhan)” (dari materialisasi energi), lalu Dia berkata kepadanya dan kepada al-ardh (materi) : Datanglah kalian mematuhi (peraturan)-Ku dengan suka atau terpaksa; keduanya menjawab: Kami datang dengan kepatuhan.”
planet1
6. Allah menjadikan tujuh langit (ruang alam) dalam dua tahap, (pada saat inflasi dan sesudahnya) dan menetapkan hukum-hukum alam yang berlaku di dalamnya. Serta menghiasi langit dunia dengan pelita-pelita (dalam bentuk bintang, bulan, mata hari dan sebagainya) serta menjaganya ( dengan memberikan atmosfer, lapisan ozon dan sebagainya)
# Q.S. Fushshilat (41) ayat 12 : “Lalu diciptakan-Nya tujuh langit (tujuh ruang alam) dalam dua tahap, dan pada setiap langit (ruang alam) Dia mewahyukan urusannya masing-masing. Kemudian langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui”
7. Allah-lah yang menciptakan tujuh langit (ruang alam) dan tujuh Bumi padanannya (atau materi masing-masing alam yang di dalam ayat tersebut dinyatakan memiliki hukum mereka masing-masing yang tidak perlu sama)
# Q.S At-Talaaq (65) ayat 12 : “Allah yang menciptakan tujuh langit (tujuh ruang alam) dan tujuh bumi padanannya (materi masing-masing alam). Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”
8. Allah menciptakan langit (ruang alam) serta bumi (materi alam) dan apa saja yang berada di antaranya dalam enem priode atau tahapan, sambil menegakkan pemerintahan-Nya. (tahap inflasi dan tahap ekspansi ruang alam yang sesuai dengan tahap energi dan tahap materialisasi yang diikuti tahap penciptaan interaksi gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah dan elektromagnetik)
# Q.S. As-Sajdah (32) ayat 4 : “Allah-lah yang menciptakan langit (ruang-alam) dan materi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam yaum, dan pada saat itu pula menegakkan pemerintahan-Nya (yang seluruh perangkat peraturannya ditaati oleh segenap mahluk-Nya dengan suka hati)… “
semesta16
9. Dia menciptakan langit (ruang alam) serta bumi (materi alam) dalam enam tahapan sementara itu telah ditegakkan pemerintahan-Nya pada materi yang bersifat fluida (atau segal peraturan atau hukum alam-Nya telah efektif pada seluruh makhluk-Nya, yang pada waktu itu masih berujud zat alir yang sangat rapat dan sangat panas)
# Q.S. Hud (11) ayat 7 : ” Dan Dia-lah yang telah menciptakan ruang-alam dan materi dalam enam tahapan, sedang pemerintahan-Nya telah tegak pada fase zat alir, untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya”.
10. Allah menahan alam semesta untuk tidak “mbedal” dan untuk tidak mengembang terus tanpa henti
# Q.S. Fathir (35) ayat 41 : ” Sesungguhnya Allah menahan ruang-alam dan materi di dalamnya agar jangan lenyap (sebagai jagad-raya yang terbuka), dan sungguh jika keduanya akan lenyap tiada siapa pun yang dapat menahan keduanya selain Allah; sesungguhnya Dia
adalah Maha Penyantun dan Maha Pengampun”.
11. Allah akan mengecilkan kembali jagad raya seperti sedia kala, ketika jagad raya diciptakan pada awalnya, yang menjamin bahwa alam kita bersifat tertutup (closed universe)
# Q.S. Al-Anbiyaa’ (21) ayat 104 : ” Pada hari Kami gulung ruang alam laksana menggulung lembaran tulis; sebagaimana Kami telah mulai awal penciptaan, begitulah Kami akan mengembalikannya; itulah janji yang akan kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan
melaksanakannya”.
semesta12
Teori Big Bang bukan tidak ada yang menentangnya, salah satu penentangnya adalah Dr. Behram (Berhram Kursunoglu, Direktur Pusat Theoritical Studies pada University Miami USA). Menurut Teori Dr. Behram, penciptaan alam semesta bukanlah berasal dari peristiwa ledakan atom raksasa (Big Bang), melainkan akibat dari partikel-partikel yang berproses.
Proses Pembentukan Alam Semesta, menurut Nazwar Syamsu

Teori Dr. Behram ini mendapat dukungan oleh seorang cendikiawan muslim, yang bernama Nazwar Syamsu.
Di dalam bukunya yang berjudul “Al Qur’an, dasar tanya jawab Ilmiah”, Nazwar Syamsu mencatat setidaknya ada 5 hal yang masih misteri dalam Teori Big Bang, yaitu :
1. Bagaimana bisa terwujud atom raksasa ?
2. Jika atom raksasa tersebut di merupakan, ciptaan ALLAH, mana dalilnya dalam Al Qur’an ?
3. Dimana dahulu atom raksasa itu berada, sebelum terjadi ledakan ?
4. Mengapa ada sebagian galaksi yang semakin mendekat ?
5. Mengapa planet-planet (materi) yang terjadi akibat ledakan, berbeda-beda wujud dan fungsinya ?
Menurut Nazwar Syamsu, alam semesta bermula dari ALMAA’ (Kekosongan Mutlak), yang diberi Rawasiya (Daya Magnet), sehingga muncul partikel-partikel yang membentuk atom Hydrogen.
Hydrogen atas ketentuan ALLAH kemudian mempergandakan diri membentuk elemen-elemen lain, yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda.
1. Alam semesta bemula dari Kekosongan Mutlak
# Q.S. Hud (11) ayat 7 :” Dan Dia-lah yang telah menciptakan sama’ (ruang-alam) dan ardh (materi) dalam enam yaum (tahapan), sedang semesta-Nya di atas ALMAA’ (kekosongan mutlak), untuk menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya…”
2. Kemudian ALLAH memberinya Rawasiya (Daya Peneguh Magnet)
# Q.S. Fushshilat ayat 10 :” Dan Dia menjadikan Rawasiya (Magnet sebagai Peneguh) dari atasnya, dan Dia memberkahi serta menentukan kadar aqwat [daya yang membentuk kekuatan] padanya dalam empat yaum (tahapan). Itulah penjelasan bagi yang mempertanyakan.”
semesta17
Para ilmuwan kini memahami bahwa semua proses yang berlangsung di alam semesta ini diatur dan diteguhkan oleh empat macam interaksi (gaya, force), yaitu:
Pertama, Interaksi Gravitasi, yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel yang mempunyai massa, mengatur tarik-menarik benda-benda, mulai dari meneguhkan kita pada permukaan bumi sampai kepada pembentukan tatasurya dan galaksi.
Kedua, Interaksi Elektromagnetik, yaitu gaya yang bekerja pada seluruh partikel yang bermuatan listrik, mengatur seluruh reaksi kimia, mulai dari terbentuknya atom sampai kepada proses berfikir dalam otak manusia.
Ketiga, Interaksi Kuat (Strong Interaction), yaitu gaya yang mengikat partikel-partikel (zarrah-zarrah) proton dan netron yang menyusun inti atom.
Keempat, Interaksi Lemah (Weak Interaction), yaitu gaya yang mengatur perubahan suatu atom menjadi atom lain, mulai dari proses keradioaktifan (transmutasi inti) sampai kepada perubahan hidrogen menjadi helium pada matahari dan bintang sehingga tetap memancarkan cahaya.
semesta19
3. Dengan adanya Rawasiya (Daya Peneguh Magnet), terjadilah proses partikel sehingga terbentuk kumpulan hydrogen
# QS. Al-Anbiya’ (21) ayat 30 : “Tidakkah orang-orang kafir itu memperhatikan bahwa ruang alam dan materi dulunya sebingkah (kumpulan Hydrogen), lalu KAMI pisahkan keduanya dan KAMI jadikan tiap yang hidup dari ALMAA’ (atom asal Hydrogen). Tidakkah mereka beriman ?”
Ketika ALMAA’ (Kekosongan Mutlak) diberi Rawasiya (Daya Magnet), maka berputarlah kekosongan tadi menjadi inti atom yang berputar pada sumbunya.
Kini ALMAA’ tersebut telah menjadi Nuclear. Kemudian Nuclear yang terdiri dari ALMAA’ dan Rawasiya yang berputar menimbulkan Elektron dan Positron sebagai pembungkus, komposisi kesemuanya ini dinamakan Hydrogen sebagai atom asal.
4. Atas ketentuan ALLAH, kemudian atom asal Hydrogen ini menggandakan diri, sehingga membentuk kumpulan Hydrogen. Kumpulan Hydrogen ini lalu terpisah, membentuk elemen-elemen lain, yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda.
Dari kedua teori ini, baik Teori Big Bang maupun Teori Partikel Berproses, sama-sama mendapat sokongan dari ilmuwan muslim, dan masing-masing pihak menggunakan dalil Al Qur’an, untuk memperkuat argumennya.
Mana yang benar ?
Hanya kepada ALLAH “kebenaran sejati” itu berasal, dan kita hanya mencoba untuk mendekatinya…
WaLlahu a’lamu bishshawab
Tuesday, June 18, 2013
Posted by Unknown

ISRAEL VS PALESTINA

Asap membumbung menyusul serangan roket Israel
ke Gaza/Reuters

JAFFA–Emanuel Hatzofe, 84, tak bergegas menuju ke tempat perlindungan berupa beton tebal memanjang di Jaffa, Minggu, ketika terdengar bunyi sirene di langit Tel Aviv, mengingatkan adanya serangan roket dari jalur Gaza.
Pensiunan kapten kapal itu, tadinya pernah jadi gerilyawan gerakan bawah tanah Yahudi, membawa bangku kayunya, juga bantal kecil, menuju tempat perlindungan.
Sirene tersebut memberi waktu maksimum 90 detik kepada warga untuk berlindung. Suara sirene itu usai ketika Emanuel, sambil berupaya menahan sakit di lututnya, sampai di ujung beton perlindungan, saat Laut Tengah menampakkan sinar matahari di sisi lain.
Terdengar ledakan ganda di langit, di suatu tempat di Jaffa, tak jauh dari pantai.
“Itu dua ledakan,”  katanya dengan nada yakin. Peralatan interseptor Iron Dome menghantam dua roket jarak panjang yang ditembakkan dari wilayah Palestina, yang keempat kalinya dalam empat hari.
Hal itu juga menunjukkan kemajuan para pejuang Hamas dalam penguasaan teknologi roket sehingga serangan bisa mencapai kawasan perkotaan Israel, setidaknya di wilayah selatan.
(Dalam enam hari terakhir Israel menghujani wilayah Gaza dengan serangan roket, menelan nyawa ratusan orang Palestina dan menimbulkan kerusakan fisik yang besar. Kecaman atas kebrutalan tersebut mengalir dari seluruh dunia, sementara upaya-upaya diplomasi untuk gencatan senjata mulai dilakukan.)
Emanuel memutar matanya dan memandang ke bulatan asap putih di langit di atas kota tua Arab yang sunyi dan masjid kecil, yang kini berada di distrik Tel Aviv. Itulah satu-satunya petunjuk adanya perang di selatan.
“Tak akan pernah ada solusi atas masalah ini,” keluhnya.
Sambil duduk di luar bengkelnya, berupa gerbong kereta dari kayu antik yang berasal dari Belgia, dia berupaya mengingat kembali masa lalu.
 “Saya bergabung di Palmach, ketika kami berperang melawan Inggris dan Arab. Kamu tahu?” Palmach adalah penyerang elit, bagian dari gerakan bawah tanah Haganah, di kawasan Palestina.
“Orang-orang Inggris lah yang mengacaukan semuanya. Mereka harusnya membagi tanah itu antara orang Yahudi dan Arab, tapi itu tak mereka lakukan.”
Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan pengambilan suara pada 1947 untuk membagi tanah Palestina bagi negara Yahudi dan negara Arab. Bangsa Arab menolak keputusan itu dan memilih angkat senjata.
Perang tahun 1948 membuat banyak orang Arab terusir dari Jaffa dan  ribuan menjadi pengungsi di Gaza. Saat itulah negeri Israel berdiri.
Patung karya Emanuel, diberi nama Boat, yang terbuat dari pasir lembah danau Galilea, kini berada di Tel Aviv Museum of Art.
Sekarang dalam usia tua, dengan rasa sakit di punggungnya, dia hanya membuat patung-patung kecil sambil memandang kehidupan yang terus berjalan.
Mereka yang tinggal di pusat keramaian Jaffa tak punya tempat untuk berlindung dari serangan, tak seperti kota-kota Israel selatan yang bertetangga dengan Gaza, dimana serangan roket merupakan kenyataan sehari-hari dalam delapan tahun terakhir.
Namun orang-orang usia lanjut tak begitu peduli dengan bunyi sirene. Mungkin karena kaki mereka juga sudah lemah untuk mampu cepat-cepat berlari.
 “Semua ini (konflik Israel-Palestina) akan berlangsung selamanya,” tandas Emanuel. (Reuters/lt)
Monday, June 17, 2013
Posted by Unknown

Shalat Jumat Hari Ini


Setiap minggu para muslimin tentu pergi Shalat Jumat dan mendengarkan khutbahnya sebelum shalat dua rakaat. Sudah ratusan kali saya shalat jumat dalam hidup ini, yang artinya sudah ratusan kali pula mendengarkan khutbahnya khatib. Namun demikian bisa dihitung dengan jari beberapa khutbah yang masih teringat dengan jelas apa yang diungkapkan oleh khatib. Biasanya khutbah-khutbah yang selalu teringat adalah topik yang sangat menarik, yang penyampaiannya juga menarik. Padahal sebenarnya setiap khutbah itu menarik, paling tidak ada bagian yang menarik. Hanya saja kadang penyampaiannya ada yang bikin ngantuk, bikin mengernyitkan kening, dan akhirnya bikin kurang tertarik (sering lihat yang pada tidur gak? bukan saya, saya cuma nunduk bentar :P ). Namun demikian saya tetap berpikir sebenarnya setiap khutbah itu memang menarik, layaknya manusia sekembar apapun selalu ada ciri khas yang membuat pribadi dia unik, dan otentik. Hal tersebut yang membuat saya sejak dulu berniat menuliskan setiap keunikan dari khutbah yang baru saya dengar di shalat jumat (selain itu bisa memaksa saya agar tetap terjaga selama khutbah berlangsung :P ). Jadi saya mulailah keinginan itu di renungan pertama ini:

Saya tidak akan menulis khutbah secara runtut, namun saya hanya akan menulis apa yang membekas di hati dan pikiran saya saat itu. Jadi maaf kalau tulisan ini menjadi sedemikian tidak metodologis dalam pemikiran dan penyampaian. Hal yang membekas di hati dan pikiran saya dari khutbah tadi adalah mengenai: “Mengapa Allah menyuruh kita shalat?”. Seketika saya teringat pertanyaan transedental seorang teman mengenai hakikat Tuhan menciptakan manusia untuk menyembah-Nya, teman saya itu pernah bertanya “Kenapa Tuhan menciptakan manusia untuk menyembahnya, kurang Mahanya-kah Ia hingga harus menciptakan “sesuatu” untuk menyembah-Nya?”
Pertanyaan kawan saya tadi sedikit bertalian dengan khutbah jumat hari ini, mengapa Allah menyuruh kita Shalat? Mewajibkan kita bertakbir berulang kali didalamnya, membaca ayat-ayat suci, ruku, i’tidal, hingga sujud merendahkan diri dan hati (yang memang sungguh rendah ini) serendah-rendahnya dihadapannya yang Maha Tinggi lagi Maha Agung? Mungkin kawan saya tersebut akan bertanya kembali. “Kurang Tinggi dan Agungnya-kah Ia hingga mewajibkan kita merendahkan diri bersujud pada-Nya minimal 34 kali sehari?”
Sedikit banyak khutbah jumat hari ini menjawab pertanyaan tersebut. Kenapa kita harus shalat? Kurang Agungnyakah Ia? Butuhkah ia disembah?
Khatib menjelaskan “Tidak, sesungguhnya ia tidak butuh disembah.” “sesungguhnya tatkala semua manusia menyembahnya, hal itu tak akan mampu menaikan Keagungan-Nya, begitu pula tatkala semua manusia tak ada yang menyembah-Nya, hal itu tak akan mampu mengurangi Keagungan-Nya. Maka ia tak butuh kita sembah” Lalu untuk apa ia menurunkan kewajiban shalat lima waktu pada saat Nabi Muhammad SAW menjalankan Isra dan Mi’raj? “Hal tersebut tak lain dan tak bukan untuk kepentingan manusia sendiri” “Sesungguhnya manusia sendiri yang membutuhkan Shalat”. Saya seratus persen bisa menerima walaupun masih harus belajar, mencari dan membaca buku mengapa kita betul-betul butuh shalat. Yang bisa saya rasakan adalah, saya memang butuh shalat, karena dengan shalat saya senantiasa diingatkan hakikat hidup saya ini (ini subjektif saya loh ya?), dan gak mesti seketika itu selalu jadi lempeng, kadang pas shalat juga malah tarik-menarik gak jelas karena baru sadar tadi saya ngelakuin dosa, trus sekarang saya shalat dan akhirnya nanya sendiri “Mau lo tuh sebenernya apa sih, Jap? Ngelakuin dosa iya, shalat iya” tentunya refleksi demikian amat sangat diperlukan semua manusia tanpa kecuali. Kita butuh refleksi.
Ya! saya butuh shalat. saya butuh berkomunikasi dengan-Nya. Saya butuh diingatkan dan dijauhkan dari segala hal buruk dalam hati yang senantiasa bersarang didalamnya. Yang dapat dibersihkan dengan shalat (ini pribadi saya lagi ya…). Saya lelah mendengki, saya lelah menjadi sombong, saya lelah pemarah. Dan dengan shalat saya seperti menemukan pitstop, beristirahat sejenak, memperbaiki kerusakan, untuk melaju lebih cepat dan baik lagi dan berusaha tak mengulangi “kerusakan” yang sama. Walau pada prakteknya saya masuk pitstop, dan yang rusak masih spare-part yang itu-itu lagi. Kenapa bisa terjadi?
Khatib menjelaskan: “Karena kita selama ini shalat hanya sebatas pada saat kita shalat” Dalam arti kata: kita shalat sebatas melakukan gerakan dan membaca bacaan yang diwajibkan [ada saat itu, padahal sesungguhnya shalat itu ya sepanjang kita bernafas. Kita terus shalat. Bingung? sama saya juga *pegangan dulu*. Maksudnya setelah selesai shalat seharusnya kita tetap mengamalkan apa yang tersirat dalam gerakan, bacaan, dan filosofi shalat itu sendiri. “Allahuakbar” pada saat shalat tidak berhenti saat kita selesai takbir, namun senantiasa terucap dalam hati pikiran dan perbuatan sehari-hari, hal tersebut tentu akan mencegah kita berlaku sombong (semestinya).
Namun ada satu hal yang amat sangat amat sangat amat sangat (sampe tiga kali karena saya suka banget) saya sukai dan cintai pada saat saya shalat selain Allahuakbar (yang lain juga, tapi yang ini berasa banget buat saya), yaitu: Salam terakhir: “Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh” sembari menengok ke kanan, lalu “Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh” sembari menengok ke kiri. Saya selalu berusaha kembali khusyuk di salam terakhir tersebut, karena salam ke kiri dan ke kanan tersebut mengandung makna memberi salam kepada seluruh umat manusia didunia, yang berarti saya akan tulus mencintai dan menebar kasih kesetiap manusia di kiri dan kanan saya. Subhanallah. Indahnya dunia dan hidup ini kalo aja filosofi salam terakhir itu diresapi, dimaknai, dan diamalkan seluruh umat manusia di dunia. Oleh setiap koruptor pencuri uang rakyat, oleh setiap pembunuh yang berdarah dingin, oleh setiap teroris pembom bunuh diri, dan oleh setiap pelanggar serta penginjak hak-hak asasi manusia lainnya.
Ironis, saat kita mengetahui pelaku ketidakbenaran tersebut adalah orang-orang yang juga shalat.
…
Maafkan setiap kebodohan penulisan, saya hanya mencoba merenungi , belajar dan terus mencari arti hidup ini.
Thursday, June 13, 2013
Posted by Unknown

Arsip Blog

Blogger templates

Labels

- Copyright © Education School Indonesia ( E.S.I ) -UNGGAH.FILE.INDONESIA- Powered by Blogger - Designed by Aditya -